Advertisement
Banten

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom saat menyampaikan sambutan dalam prosesi wisuda di Convention Hall UIN Banten, Sabtu, 11 April 2026
Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom saat menyampaikan sambutan dalam prosesi wisuda di Convention Hall UIN Banten, Sabtu, 11 April 2026

KILAS BANTEN – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan wisuda sarjana ke-42 dan pascasarjana ke-28 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada Sabtu, 11 April 2026. Prosesi ini menjadi momen penting bagi ratusan lulusan yang resmi menuntaskan pendidikan dan bersiap memasuki dunia kerja.

 

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan tegas kepada para wisudawan.

 

Ia meminta lulusan agar percaya diri dan siap menghadapi tantangan nyata di tengah masyarakat.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

Dalam pidatonya, Ishom menegaskan bahwa pendidikan di perguruan tinggi bukanlah titik akhir proses belajar. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah harus terus diasah melalui praktik langsung di kehidupan sosial.

 

Mengutip pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah, ia menegaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah sebuah keterampilan yang harus dilatih secara terus-menerus.

 

Tim SAR Lebak Bergerak ke Perairan Bagedur Cari Dace Hidayat yang Diduga Jatuh ke Laut

“At-ta’limu innama huwa sina’ah. Keterampilan hanya akan terbentuk jika terus dilatih dan diuji,” ujar Ishom di Convention Hall & Business Center UIN SMH Banten.

 

Ia menjelaskan, dunia kerja akan menjadi ruang pembuktian kemampuan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, para lulusan tidak boleh berhenti belajar setelah meninggalkan kampus. Pengalaman di lapangan justru menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas diri.

 

Lebih jauh, Ishom menanggapi isu yang menyebutkan rendahnya tingkat serapan lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa lulusan PTKIN memiliki peluang kerja yang luas.

Polda Banten Gunakan Scientific Crime Investigation untuk Kasus Dugaan Pengeroyokan di Lebak

 

“Ini penting agar Anda tetap optimis dan bangga sebagai alumni UIN,” katanya di hadapan peserta wisuda.

 

Ia bahkan menyampaikan pernyataan tegas bahwa tidak ada alumni UIN yang menganggur.

 

Menurutnya, lulusan PTKIN memiliki keunggulan ganda, yakni kompetensi akademik dan pemahaman spiritual. Kombinasi tersebut menjadi nilai lebih yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

 

Ishom juga menekankan bahwa keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika zaman. Ia menilai lulusan PTKIN mampu menjawab kebutuhan tersebut.

 

Di akhir sambutannya, Ishom mencairkan suasana dengan menyampaikan pantun yang disambut tawa para hadirin. Meski disampaikan secara santai, pesan yang ia bawa tetap kuat, yakni pentingnya menjaga optimisme dan terus berkontribusi bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Prof Andi Salman Maggalutung, menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Ia menilai momen tersebut sebagai tonggak sejarah atas perjuangan panjang mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.

 

Ia mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan peran orang tua dalam keberhasilan mereka. Di balik capaian akademik, terdapat doa dan pengorbanan yang besar.

 

“Di sana ada salat tahajud, ada air mata yang mengalir. Itu semua dari orang tua kita,” ungkapnya.

 

Menurut Andi Salman, keberhasilan wisudawan harus menjadi bentuk penghormatan kepada orang tua serta pihak yang telah memberikan dukungan. Ia juga mengajak para lulusan untuk menjadikan capaian ini sebagai wujud rasa syukur.

 

Dalam pandangannya, lulusan PTKIN memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menjaga harmoni sosial. Ia menekankan bahwa agama harus berperan sebagai perekat yang memperkuat toleransi dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam.

 

Di tengah dinamika kehidupan modern yang kerap diwarnai konflik, lulusan perguruan tinggi keagamaan diharapkan mampu menjadi penyejuk dan penengah. Peran ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas sosial.

 

Andi Salman juga menyinggung program prioritas Kementerian Agama yang berfokus pada penguatan nilai kemanusiaan dan kerukunan. Ia menyebut lembaga tersebut memiliki posisi strategis dalam menjaga moral bangsa.

 

“Kementerian Agama adalah imamnya negara. Karena itu, seluruh insan di dalamnya harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

 

Prosesi wisuda ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan akademik, tetapi juga awal dari pengabdian panjang para lulusan. Alumni UIN Banten diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki serta memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

 

Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan nilai keagamaan yang kuat, para lulusan dituntut untuk mampu menjawab tantangan zaman. Mereka diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.***

× Advertisement
× Advertisement