Petugas UPT Damkar Ciledug mengevakuasi empat bayi musang dari loteng rumah warga di Perumahan Graha Raya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Namun, proses pencarian berlangsung cukup sulit. Struktur loteng rumah menggunakan rangka baja ringan yang rawan rusak jika diinjak secara sembarangan. Selain itu, banyak kabel listrik aktif berada di sekitar area loteng sehingga meningkatkan risiko bagi petugas.
Petugas UPT Damkar Ciledug, Asep Wahyudi, menjelaskan tim harus bekerja ekstra hati-hati selama proses evakuasi berlangsung agar tidak membahayakan diri sendiri maupun merusak bangunan rumah warga.
“Kondisi loteng sangat sempit dan dipenuhi kabel listrik aktif. Kami harus berhati-hati supaya tidak terjadi hal yang berbahaya,” ujar Asep.
Petugas sempat beberapa kali melakukan pemeriksaan, tetapi sumber suara belum juga ditemukan. Setelah penyisiran berlangsung cukup lama, tim akhirnya kembali mendengar suara mencurigakan dari salah satu sudut plafon kamar di lantai dua.
Atas izin pemilik rumah, petugas kemudian membongkar sebagian plafon berbahan gipsum menggunakan alat sederhana untuk memastikan keberadaan hewan tersebut.
Hasil pemeriksaan membuat petugas cukup terkejut. Di balik plafon kamar ditemukan sebuah sarang kecil yang berisi empat bayi musang dengan usia diperkirakan baru sekitar satu minggu. Kondisi bayi musang tersebut masih sangat kecil dan belum mampu bergerak bebas.
“Di loteng kamar lantai dua ditemukan empat bayi musang. Saat ditemukan, induknya tidak ada di lokasi,” kata Asep.
Petugas lalu berupaya mencari induk musang di sekitar loteng rumah. Namun hingga proses pencarian selesai, keberadaan induk hewan liar tersebut tidak berhasil ditemukan.