“Ini bentuk ikhtiar kita. Semua orang pasti menghadapi risiko. Kita harus siap, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga,” kata KH Muhamad Robi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa perlindungan ini penting sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari sisi biaya, program ini dinilai sangat terjangkau. Dengan iuran sekitar Rp8.400 per bulan, peserta sudah mendapatkan perlindungan dasar. Skema ini dianggap realistis dan sesuai dengan kemampuan pekerja informal. Karena itu, PCNU mendorong masyarakat untuk tidak ragu bergabung.
Sebagai langkah awal, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada marbot dan pengurus masjid. Sebanyak lima masjid menjadi penerima manfaat tahap pertama. Program ini turut didukung oleh sektor perbankan yang ikut berkolaborasi dalam pembiayaan.
KH Muhamad Robi mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan program ini. Ia meminta para jamaah tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.
“Jangan hanya mengandalkan bantuan gratis. Kita harus sadar pentingnya perlindungan diri. Ajak keluarga dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Dalam tradisi masyarakat, berbagai kegiatan sosial keagamaan membutuhkan biaya besar. Kehadiran program jaminan sosial dinilai dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















