Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, H Embay Mulya Syarif, memberikan pernyataan terkait polemik materi komedi Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya, saat ditemui di Kota Serang, Minggu, 25 Januari 2026
Lebih lanjut, Embay menyoroti cara berpikir Pandji yang dinilainya terlalu menekankan rasionalitas dan aspek material. Ia mengaitkan hal tersebut dengan konsep kecerdasan manusia yang tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual semata.
“Manusia diberi tiga kecerdasan, yakni intelektual, emosional berupa empati, dan spiritual,” jelasnya.
Menurut Embay, seseorang tidak bisa disebut cerdas jika hanya unggul secara akademik, tetapi miskin empati dan pemahaman spiritual. Ia menilai polemik ini mencerminkan lemahnya kepekaan terhadap perasaan umat beragama.
Embay berharap polemik ini menjadi pelajaran bersama. Ia mengajak seluruh pihak, terutama para figur publik, untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat agar ruang publik tetap kondusif.
“Ini harus menjadi pelajaran. Hormati agama, hormati perasaan umat, dan jaga persatuan,” pungkasnya.