Muhammad Ridwan Maulana, pelajar SMPN 6 Kota Tangerang, saat dinobatkan sebagai Duta Pramuka Indonesia 2026 usai melewati seleksi nasional yang ketat.
Perjalanan Idan di dunia Pramuka ternyata dimulai sejak usia dini. Ia mengaku sudah aktif mengikuti kegiatan kepramukaan sejak duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Aktivitas tersebut perlahan membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan sosial yang kini menjadi modal penting dalam kehidupannya.
Menurut Idan, Pramuka bukan hanya sekadar belajar sandi atau tali-temali. Organisasi itu juga mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari sikap menghormati sesama, menghargai perbedaan, hingga membangun kerja sama dalam berbagai kondisi.
“Pramuka mengajarkan tentang saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dalam hal apa pun. Nilai-nilai itu yang membuat saya terus aktif sampai sekarang,” tuturnya.
Selama proses seleksi nasional berlangsung, Idan dinilai unggul dalam sejumlah aspek penting. Tim juri memberikan perhatian khusus pada kemampuan komunikasi publik, wawasan umum, pengetahuan isu global, serta literasi media dan digital yang dimilikinya.
Kemampuan tersebut dianggap penting di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Duta Pramuka Indonesia dinilai tidak hanya harus aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan generasi muda di era digital.
Di balik prestasi yang diraih, Idan ternyata memiliki cita-cita besar untuk masa depannya. Ia ingin melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Udara. Menurutnya, pengalaman selama aktif di Pramuka menjadi bekal berharga untuk membangun mental kepemimpinan dan kedisiplinan.