“Tantangan pemerintahan ke depan tidak ringan. Kepala dinas harus mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati ke dalam kebijakan nyata yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami penyesuaian. Situasi tersebut menuntut pejabat Eselon II bekerja lebih efektif dan efisien. Setiap program harus dirancang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi warga.
Menurut Azwar Anas, kepala dinas bukan hanya pelaksana teknis. Mereka juga dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan DPRD, aparat penegak hukum, media, serta masyarakat sipil. Posisi ini, kata dia, memiliki tekanan tinggi dan membutuhkan pengalaman yang matang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini jabatan yang penuh tantangan. Kepala dinas akan berhadapan dengan civil society, media, dan aparat hukum. Karena itu, jam terbang dan rekam jejak menjadi hal penting,” katanya.
Azwar juga menekankan pentingnya integritas. Ia berharap pejabat yang terpilih benar-benar bersih dan tidak memiliki catatan hukum, terutama yang berkaitan dengan praktik korupsi. Integritas, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Terkait hasil asesmen, Azwar kembali mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada peringkat nilai. Ia menilai nilai tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Bukan soal siapa yang nilainya paling tinggi. Yang penting adalah siapa yang mampu bekerja, turun ke lapangan, dan menyelesaikan masalah masyarakat,” tegasnya.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















