Gedung UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mencerminkan peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah.
Dalam proses penilaian, Webometrics menggunakan empat indikator utama. Indikator pertama adalah visibility, yang mengukur jumlah dan kualitas tautan eksternal menuju laman resmi universitas. Indikator ini mencerminkan tingkat pengaruh dan keterhubungan kampus di dunia maya.
Indikator kedua adalah openness, yang menilai keterbukaan akses terhadap dokumen akademik, repositori institusi, dan karya ilmiah sivitas akademika. Keterbukaan ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengetahuan dan kolaborasi ilmiah.
Indikator ketiga adalah excellence, yang mengukur jumlah publikasi ilmiah kampus pada jurnal internasional bereputasi tinggi. Sementara indikator keempat adalah presence, yang menilai volume serta konsistensi konten yang dikelola dan ditampilkan melalui situs resmi perguruan tinggi.
Peringkat yang diraih UIN SMH Banten menunjukkan bahwa penguatan kampus tidak hanya terfokus pada kegiatan akademik di dalam kelas. Pengelolaan informasi, publikasi riset, serta kehadiran digital yang terstruktur turut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan global.
Capaian ini juga sejalan dengan tren peningkatan peringkat UIN SMH Banten pada periode sebelumnya. Data Webometrics sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencatat lonjakan signifikan. Peringkat global UIN SMH Banten naik dari posisi 8.499 ke peringkat 5.567 dunia. Di tingkat Asia, kampus ini melesat dari peringkat 3.414 menjadi 2.367. Sementara di tingkat nasional Indonesia, UIN SMH Banten melonjak dari posisi 250 ke peringkat 106.