Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para rektor perguruan tinggi se-Indonesia dalam taklimat tertutup di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
“Jangan asyik mengajar dan meneliti, tetapi lupa membaca peta geopolitik dunia,” tegas Prabowo dalam taklimat tersebut.
Presiden juga memaparkan visinya menjadikan Indonesia sebagai brain country. Ia menilai kekuatan bangsa ke depan tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam semata, melainkan pada kualitas sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Prabowo mengulas sejarah kolonialisme Belanda sebagai pelajaran. Ia menyebut kejayaan ekonomi Belanda pada masa lalu tidak terlepas dari eksploitasi sumber daya Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pengaruh global Belanda pun menurun. Dari situ, ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya nasional oleh bangsa sendiri.
Di akhir pertemuan, Presiden meminta para rektor, guru besar, dan cendekiawan ikut membantu memperbaiki tata kelola negara. Ia mengungkapkan efisiensi anggaran dalam satu tahun pemerintahan mencapai sekitar Rp190 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis, pembangunan sekolah, dan program strategis lainnya.
Presiden memastikan dunia kampus juga akan merasakan manfaat dari kebijakan efisiensi tersebut. Ia berharap sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dapat memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.