Pemkot Tangerang memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban jelang Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 919 hewan ternak telah divaksin PMK untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
Tidak hanya fokus pada vaksinasi, pemerintah juga memperketat pengawasan di lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai titik di Kota Tangerang. Tim gabungan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan fisik hewan secara menyeluruh.
Petugas memeriksa kondisi mulut, kuku, suhu tubuh, hingga pergerakan hewan untuk memastikan ternak dalam keadaan sehat dan layak dijual kepada masyarakat. Pemeriksaan itu juga bertujuan mendeteksi dini gejala PMK maupun penyakit lainnya.
“Tim kami turun langsung ke lapak hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengawasan lalu lintas hewan. Hewan yang masuk ke Kota Tangerang dipastikan sudah dalam kondisi sehat dan aman,” lanjut Muhdorun.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di lapak penjualan. Pemerintah juga memperketat pengawasan pada jalur distribusi hewan ternak yang keluar masuk Kota Tangerang.
Setiap hewan yang masuk wajib melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak membawa virus PMK. Pemerintah ingin memastikan rantai distribusi hewan kurban tetap aman hingga sampai ke tangan pembeli.
Langkah pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan potensi penyebaran PMK yang sebelumnya sempat menjadi perhatian nasional. Penyakit itu diketahui menyerang ribuan hewan ternak di sejumlah daerah dan berdampak besar terhadap sektor peternakan.
Meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Iduladha membuat arus distribusi ternak dari berbagai wilayah ikut melonjak. Kondisi ini dinilai rawan memicu penyebaran penyakit apabila tidak diawasi secara ketat.