Primaya Hospital Tangerang bersama BPBD Kota Tangerang menggelar simulasi gempa megathrust dan kebakaran. Puluhan tenaga medis dilatih melakukan evakuasi pasien dalam kondisi darurat.KILAS BANTEN – Suasana mencekam mendadak terasa di lingkungan Primaya Hospital Tangerang saat alarm darurat berbunyi keras. Puluhan tenaga medis, petugas rumah sakit, hingga tim penyelamat bergerak cepat mengevakuasi pasien dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi dan kebakaran yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.
Simulasi berskala besar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, terutama potensi gempa bumi tektonik atau megathrust dan kebakaran di kawasan perkotaan.
Dalam latihan itu, seluruh staf rumah sakit diuji kemampuannya menjalankan prosedur keselamatan saat kondisi darurat. Petugas melakukan evakuasi horizontal dengan memindahkan pasien menjauh dari titik berbahaya di lantai yang sama. Setelah itu, proses evakuasi vertikal dilakukan menuju titik kumpul aman di luar gedung rumah sakit.
Direktur Primaya Hospital Tangerang, dr. Putri Syam, mengatakan simulasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengukur kesiapan rumah sakit menghadapi situasi kritis yang bisa terjadi kapan saja.
Menurutnya, latihan itu tidak hanya menguji kesiapan sumber daya manusia, tetapi juga mengevaluasi fasilitas medis serta koordinasi lintas instansi ketika terjadi bencana.
“Simulasi ini diadakan sebagai bentuk penanggulangan bencana, terutama untuk gempa bumi dan kebakaran. Kita ingin melihat kesiapsiagaan dari para staf kami dan tentunya hubungan kolaborasi internal maupun eksternal, serta melihat kesiapsiagaan fasilitas kita pada saat kondisi kritis,” ujar dr. Putri, Rabu, 20 Mei 2026.