UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi melantik 37 PNS baru. Rektor Prof Muhammad Ishom menargetkan peningkatan jurnal internasional Scopus dan lahirnya guru besar muda usia 40 tahun demi memperkuat daya saing kampus.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr Zaenuri, menilai hadirnya ASN baru akan memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Menurutnya, tambahan tenaga profesional menjadi modal penting untuk meningkatkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, adaptif, dan kompetitif di tengah persaingan pendidikan tinggi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Prof Muhammad Ishom memberikan penekanan serius terkait tanggung jawab moral ASN. Ia mengingatkan seluruh aparatur baru agar menjaga nama baik institusi dan menjauhi berbagai bentuk pelanggaran etik.
Dalam pembekalannya, Ishom mengutip Surat Al-Qashas ayat 26 tentang dua karakter utama pekerja yang baik, yakni Al-Qawiyyul atau kuat dan Al-Aminu yang berarti dapat dipercaya.
Menurutnya, seluruh ASN yang lolos telah membuktikan kemampuan dan ketahanan mental selama proses seleksi. Namun, tantangan terbesar justru dimulai setelah resmi menjadi aparatur negara.
“Saya sudah lama menulis bahwa pegawai Kementerian Agama itu laksana sarung putih. Sarung putih yang harus selalu terjaga kebersihannya. Satu noda kecil saja akan langsung terlihat,” kata Ishom.
Ia juga mengingatkan para ASN baru untuk menghindari persoalan moral yang saat ini menjadi perhatian di lingkungan perguruan tinggi, termasuk kekerasan seksual dan kekerasan verbal.
Menurutnya, kasus semacam itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan mencoreng nama baik kampus.