Ruhman menekankan pentingnya sosialisasi secara masif di lingkungan kampus. Tanpa penyebaran informasi yang luas, peluang beasiswa dikhawatirkan tidak dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa yang memenuhi syarat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memperkuat kerja sama internal kampus, Puspenma juga mendorong koordinasi lebih intensif dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kolaborasi ini bertujuan memperluas sumber pendanaan, terutama untuk program studi sains yang membutuhkan biaya pendidikan relatif tinggi.
Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Muhammad Ishom, menyambut positif pembukaan BIB 2026.
Ia menilai program ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa baru jenjang sarjana maupun magister, terutama pada program studi yang telah memiliki akreditasi unggul.
“Mahasiswa perlu memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” ujar Ishom.
Ia menjelaskan bahwa BIB berbeda dengan program bantuan pendidikan lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Jika KIP Kuliah ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, BIB lebih menitikberatkan pada kompetisi berbasis prestasi akademik.
Calon penerima beasiswa harus melalui proses seleksi berlapis sebelum ditetapkan sebagai awardee. Tahapan tersebut mencakup seleksi administrasi, ujian, serta penilaian kualitas akademik dan potensi.
Tidak hanya mahasiswa yang diseleksi ketat, perguruan tinggi penyelenggara juga harus memenuhi standar mutu tinggi. Kampus wajib memiliki akreditasi institusi unggul, sementara program studi harus berstatus Unggul atau minimal A. Persyaratan ini ditetapkan untuk memastikan penerima memperoleh pendidikan berkualitas.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















