Gaungkan Kemandirian, PCNU Kota Serang Gelar Rapat Pleno, Program dan Struktur Perbarui

Kilas Banten
16 Jan 2026 20:36
Serang 0
4 menit membaca

“Khittah NU adalah membangun kemandirian. Bukan NU yang bergantung, tetapi pihak lain yang seharusnya melihat peran besar NU,” tegasnya.

 

Ia berharap Rapat Pleno PCNU Kota Serang menjadi ruang introspeksi untuk meluruskan cara pandang warga NU dalam menjalin relasi dengan negara. Ahmad Nuri menekankan hubungan NU dan negara harus bersifat simbiotik dan saling menghormati.

 

“NU punya akar sejarah yang kuat dalam republik ini. Perhatian negara seharusnya hadir tanpa harus diminta,” katanya.

 

Pesan penguatan juga disampaikan Mustasyar PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi. Ia mengingatkan warga NU agar tidak mengecilkan peran dan kontribusi organisasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga  Gunung Kaupas Padarincang Ambruk Tiba-tiba, Longsor Mendadak Picu Kepanikan Warga Kabupaten Serang

 

KH Matin menegaskan kiprah NU di Kota Serang dan Banten memiliki rekam jejak yang jelas dan terdokumentasi. Ia bahkan menyatakan siap membuka arsip sejarah pendirian Kota Serang sejak 2007 untuk menunjukkan peran strategis warga NU.

 

“Saya memimpin NU di Kota Serang selama tiga periode. Dalam masa itu, NU tetap bergerak tanpa bergantung pada proposal bantuan,” ujar KH Matin Syarkowi, yang juga menjabat A’wan PBNU Masa Khidmat 2022–2027.

 

Ia mengenang proses panjang perjuangan pendirian Kota Serang yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, banyak kontribusi warga NU yang tidak selalu mendapat pengakuan secara terbuka.

 

KH Matin juga menyoroti fenomena kader yang menjadikan NU sebagai batu loncatan kepentingan pribadi. Ia menegaskan khidmat di NU harus dilandasi niat pengabdian, bukan ambisi jabatan.