Jajaran pengurus PCNU Kota Serang bersama PWNU Banten saat Rapat Pleno Tahun 2026 di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Jumat, 16 Januari 2026“Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi wasilah agar kita kembali bergerak bersama, berkarya, dan berkhidmat untuk umat,” katanya.
Dalam pemaparannya, KH Saifun juga menyinggung kondisi internal kepengurusan. Ia menyebut adanya pengurus yang wafat, mengundurkan diri, serta kader yang siap melanjutkan estafet pengabdian. Seluruh dinamika tersebut akan dibahas secara terbuka dan diputuskan melalui mekanisme organisasi.
Menurutnya, penataan struktur dan evaluasi program menjadi langkah krusial agar PCNU Kota Serang tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan umat. Ia menutup sambutan dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rapat pleno.
Pandangan strategis disampaikan Sekretaris PWNU Provinsi Banten, Ahmad Nuri. Ia mengingatkan kader NU untuk kembali meneguhkan prinsip kemandirian organisasi sebagaimana diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama.
Ahmad Nuri menegaskan NU memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Bahkan, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, warga NU telah mengambil peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
“NU berdiri pada 1926, jauh sebelum republik ini lahir. Kita tidak pernah bergantung pada negara. Bahkan, pendiri bangsa ini juga bagian dari kita,” ujarnya.
Ia menilai sikap bergantung pada kekuasaan tidak sejalan dengan khittah NU.
Menurutnya, NU harus tampil sebagai kekuatan sosial yang mandiri, berdaulat, dan mampu memberi arah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.