Bupati Serang Ratu Zakiyah saat berziarah ke makam korban banjir meninggal dunia di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.“Insya Allah kami akan terus membantu. Mohon doa agar semua diberi kekuatan,” tuturnya.
Di hadapan keluarga korban, Ratu Zakiyah menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang terjadi. Ia mengakui masih banyak hal yang perlu dievaluasi dalam penanganan banjir di wilayah Padarincang.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk normalisasi sungai di kawasan Sukamaju dan Ranca Sanggal.
“Selama hampir satu minggu, seluruh kepala OPD bekerja melakukan normalisasi sungai. Dampaknya, jika hujan turun, air cepat surut. Namun kejadian semalam ini di Kampung Begog berada di luar dugaan kami,” katanya.
Ratu Zakiyah menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk memperkuat mitigasi bencana, khususnya di titik-titik rawan banjir. Padarincang, menurutnya, memiliki potensi banjir di beberapa lokasi yang harus ditangani secara serius.
Selain mitigasi, ia juga meminta BPBD, Dinas Sosial, dan DPUPR terus mengawal proses normalisasi sungai. Langkah tersebut dinilai penting agar aliran air tidak menumpuk di satu wilayah dan banjir dapat lebih cepat surut saat hujan deras terjadi.
Terkait kemungkinan relokasi warga, Ratu Zakiyah menyatakan hal itu masih akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Banten. Ia menilai relokasi membutuhkan perencanaan matang karena jumlah warga terdampak tidak sedikit.
“Relokasi tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dibicarakan secara komprehensif dengan pemerintah provinsi,” jelasnya.