Bus City Tour Kota Serang Keputusan final akan diambil setelah kajian mendalam pada Juli mendatang.
“Ukuran medium 30 penumpang paling ideal. Titik kumpul antara Terminal Pakupatan atau Gedung Juang, masih kami pertimbangkan,” ungkap Wahyu.
Kadispora Kota Serang Zeka Bachdi menambahkan bahwa bus city tour ini terinspirasi dari kesuksesan transportasi wisata di kota-kota besar seperti Bandung.
Pemkot Serang ingin menciptakan pengalaman wisata yang tidak kalah menarik.
Bus yang akan beroperasi bukan sekadar kendaraan umum biasa, melainkan bus pariwisata dengan fasilitas pendukung.
DAMRI diminta menyiapkan 3-5 unit bus yang beroperasi setiap hari.
“Konsepnya mirip Bus Tubagus yang sudah kami miliki, atau seperti bus wisata di Bandung. Bukan bus biasa, tapi bus pariwisata dengan fasilitas lengkap,” papar Zeka.
Berdasarkan rancangan sementara, perjalanan dimulai dari Terminal Pakupatan menuju Gedung Juang, dilanjutkan ke Masjid Agung Ats-Tsauroh.
Rute selanjutnya menuju Banten Lama, Benteng Speelwijk, hingga Benteng Kaibon.
Perjalanan diakhiri dengan kunjungan ke sentra Industri Kecil Menengah (IKM) dan UKM Kota Serang.
Total waktu tempuh diperkirakan 1-1,5 jam, memberikan pengalaman wisata yang padat namun tidak melelahkan.
“Rute lengkap dari Terminal Pakupatan, Gedung Juang, Masjid Agung, Banten Lama, Benteng Speelwijk, Benteng Kaibon, hingga sentra UKM. Durasi maksimal 1,5 jam,” rinci Zeka.
Tahap Finalisasi Juli 2025
Program city tour masih dalam tahap konseptual dan menunggu respons resmi dari DAMRI.