“Kami memastikan standar mutu terpenuhi dari awal hingga akhir. Sinkronisasi dilakukan antara tim pembuat soal dan tim sistem agar ujian berlangsung objektif,” ujar Prof. Zulfahmi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pengawasan juga dilakukan terhadap seluruh petugas pelaksana di titik lokasi ujian untuk menjaga integritas seleksi nasional tersebut. Panitia ingin memastikan tidak ada celah kecurangan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Selain penguatan sistem pengawasan, panitia juga memastikan kesiapan fasilitas penunjang di seluruh kampus PTKIN yang menjadi lokasi ujian.
Bendahara Forum Pimpinan PTKN, Prof. Dr. Mairtin Kustanti, mengatakan dukungan anggaran telah disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan, termasuk penyediaan fasilitas bagi peserta disabilitas.
“Kami memastikan anggaran diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana ujian, termasuk fasilitas bagi peserta disabilitas. Kami ingin pelaksanaan ujian berjalan tanpa kendala teknis,” katanya.
Panitia berharap UM PTKIN 2026 dapat berlangsung lancar dan mampu menjaring calon mahasiswa terbaik dari seluruh daerah di Indonesia. Dengan sistem seleksi yang transparan serta dukungan fasilitas yang semakin lengkap, PTKIN optimistis kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam negeri akan terus meningkat.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM





















