Advertisement
Serang

Longsor Lumpuhkan Padarincang, Ratusan Warga Mengungsi, Wabup Serang Pastikan Evakuasi Kilat Tanpa Korban Jiwa

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas meninjau lokasi pengungsian warga terdampak longsor di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas meninjau lokasi pengungsian warga terdampak longsor di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang

KILAS BANTEN – Bencana tanah longsor melanda Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Peristiwa ini memaksa ratusan warga meninggalkan rumah demi menyelamatkan diri. Pemerintah Kabupaten Serang bergerak cepat memastikan evakuasi dan penanganan darurat berjalan aman serta terkoordinasi.

 

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas turun langsung ke lokasi pengungsian sementara pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Ia memastikan seluruh warga terdampak telah dievakuasi dan mendapat penanganan awal dari tim gabungan lintas instansi.

 

Sebanyak 274 warga saat ini menempati Gedung Madrasah Roudhotunnajah. Lokasi pengungsian berada sekitar 500 meter dari permukiman asal warga dan dinilai aman dari potensi longsor susulan. Pengungsian tersebut dipilih karena akses mudah dan relatif jauh dari lereng rawan.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

“Beberapa menit setelah kejadian, saya langsung menerima laporan. Saya segera berkoordinasi dengan Ibu Bupati dan seluruh pihak terkait agar evakuasi dilakukan secepat mungkin,” ujar Najib Hamas, Rabu, 7 Januari 2026.

 

Najib menegaskan, keberhasilan evakuasi tidak lepas dari sinergi seluruh unsur di lapangan. Sejak awal kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Muspika, aparat desa, hingga relawan langsung bergerak ke lokasi.

 

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

Menurutnya, keselamatan warga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Dapur umum didirikan untuk memastikan ketersediaan makanan siap saji setiap hari.

 

“Kami fokus pada kebutuhan paling mendesak. Mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga perhatian khusus bagi balita, anak-anak, dan ibu hamil,” kata Najib.

 

Data di lokasi pengungsian mencatat terdapat 31 warga lanjut usia, 21 balita, dan 4 ibu hamil. Selain itu, puluhan anak-anak dan warga dewasa juga berada di pengungsian. Seluruh pengungsi dilaporkan dalam kondisi aman dan terus mendapat pendampingan dari petugas kesehatan serta relawan.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

 

Bencana longsor terjadi di kawasan Bukit Gapuas pada Selasa pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Longsoran tanah terjadi secara tiba-tiba dan memicu kepanikan warga. Sebagian warga langsung berlari menyelamatkan diri menjauh dari area lereng untuk menghindari dampak yang lebih besar.

 

Najib memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menilai respons cepat warga dan aparat di lapangan menjadi kunci utama keselamatan.

 

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini berkat kewaspadaan warga dan gerak cepat aparat yang langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.

 

Usai meninjau lokasi pengungsian, Wakil Bupati Serang juga mengecek langsung titik longsor terdekat. Dari hasil pemantauan sementara, kondisi dinilai relatif terkendali dan belum ditemukan tanda-tanda longsor lanjutan.

 

Meski demikian, Najib meminta seluruh tim gabungan tetap siaga. Pemantauan intensif terus dilakukan, terutama karena curah hujan di wilayah Padarincang masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah.

 

“Kewaspadaan harus terus dijaga. Tim di lapangan saya minta rutin memantau kondisi tanah dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk ikhtiar batin, Najib Hamas juga mengajak aparat, relawan, dan masyarakat untuk berdoa bersama. Ia berharap tidak terjadi bencana susulan dan kondisi segera kembali normal sehingga warga dapat pulang ke rumah masing-masing dengan aman.

 

Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Penanganan darurat, pemantauan berkelanjutan, serta koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

× Advertisement
× Advertisement