Advertisement
Banten

Ledakan Gerakan 5.000 Beasiswa! PKC PMII Banten Gandeng PKBM Bina Generasi Selamatkan Pendidikan Anak Putus Sekolah

Pengurus PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi berdiskusi membahas Gerakan 5.000 Beasiswa sebagai upaya mengembalikan hak pendidikan anak putus sekolah di Banten
Pengurus PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi berdiskusi membahas Gerakan 5.000 Beasiswa sebagai upaya mengembalikan hak pendidikan anak putus sekolah di Banten

KILAS BANTEN – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banten mengambil langkah serius untuk menjawab persoalan pendidikan di daerah. Melalui silaturahmi dan diskusi bersama PKBM Bina Generasi, PKC PMII Banten menggagas Gerakan 5.000 Beasiswa bagi masyarakat, Selasa, 13 Januari 2026. Gerakan ini menyasar anak tidak sekolah dan anak putus sekolah yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan.

 

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk membedah kondisi pendidikan di Banten. Kedua pihak menyoroti masih tingginya angka putus sekolah akibat faktor ekonomi, sosial, dan keterbatasan akses layanan pendidikan formal. PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi sepakat bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara terpisah. Kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kunci utama.

 

PKC PMII Banten menegaskan perannya sebagai organisasi mahasiswa tidak berhenti pada gerakan intelektual semata. Organisasi ini juga memikul tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai isu strategis yang menentukan masa depan daerah dan harus diperjuangkan secara konkret.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

Dalam diskusi tersebut, PKC PMII Banten menilai PKBM Bina Generasi sebagai mitra strategis. Selama ini, PKBM Bina Generasi aktif membuka akses pendidikan nonformal bagi masyarakat. Lembaga ini menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena tekanan ekonomi atau kondisi keluarga.

 

Dialog yang berlangsung hangat membahas berbagai hal teknis. Mulai dari skema kerja sama, strategi pendataan calon penerima beasiswa, hingga pola pendampingan belajar. Fokus utama diarahkan pada percepatan pelaksanaan Gerakan 5.000 Beasiswa agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

 

Tim SAR Lebak Bergerak ke Perairan Bagedur Cari Dace Hidayat yang Diduga Jatuh ke Laut

Pengurus PKC PMII Banten, Rohati, menyampaikan apresiasi atas sambutan PKBM Bina Generasi. Ia menyebut pertemuan tersebut memperkuat keyakinan bahwa kolaborasi adalah jalan efektif untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Banten.

 

“Kami mengapresiasi PKBM di Kabupaten Lebak yang telah membuka ruang dialog yang hangat dan penuh semangat. Selama ini kami mengkaji persoalan pendidikan di Banten dan melihat bahwa anak tidak sekolah dan angka putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar,” kata Rohati, Kamis, 15 Januari 2026.

 

Rohati menjelaskan, Gerakan 5.000 Beasiswa dirancang untuk menyambung kembali pendidikan yang terputus. Program ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup motivasi belajar, pemantauan proses pendidikan, hingga memastikan peserta didik tidak kembali terputus.

Polda Banten Gunakan Scientific Crime Investigation untuk Kasus Dugaan Pengeroyokan di Lebak

 

Melalui kemitraan dengan PKBM Bina Generasi, PKC PMII Banten menyatakan kesiapan untuk terjun langsung ke lapangan. Kader PMII akan terlibat dalam pendataan calon penerima manfaat, pendampingan belajar, serta pengawalan program agar tepat sasaran.

 

“Kami siap turun langsung ke masyarakat. Ini bagian dari komitmen PMII dalam pengabdian sosial. Kami berharap langkah ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan,” ujarnya.

 

Ketua PKBM Bina Generasi, Arif Rohman Hakim, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran PKC PMII Banten membawa energi baru dalam penguatan pendidikan berbasis masyarakat.

 

“Kami mengapresiasi komitmen PKC PMII Banten. Dalam dialog ini, kami menemukan titik temu terkait skema kemitraan. PKBM Bina Generasi siap menjadi rumah belajar bagi anak putus sekolah dan anak tidak sekolah,” tutur Arif.

 

Arif menegaskan, PKBM Bina Generasi berkomitmen menghadirkan pendidikan yang fleksibel dan inklusif. Sistem pembelajaran disesuaikan dengan kondisi peserta didik, termasuk mereka yang harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.

 

“Dengan dukungan jejaring dan pendampingan dari PMII, kami optimistis semakin banyak anak yang bisa kembali belajar. Pendidikan harus tetap berjalan meski dalam keterbatasan,” kata Arif.

 

Silaturahmi dan diskusi tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera menindaklanjuti Gerakan 5.000 Beasiswa ke tahap implementasi. PKC PMII Banten dan PKBM Bina Generasi berharap gerakan ini mampu menekan angka putus sekolah di Banten sekaligus menjadi contoh sinergi nyata antara organisasi mahasiswa dan lembaga pendidikan masyarakat dalam memperjuangkan hak dasar warga atas pendidikan.

× Advertisement
× Advertisement