KILAS BANTEN – Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Serang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat toleransi. Melalui Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama, FKUB mengajak masyarakat menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang beriringan dengan Tahun Baru Imlek 2577/2026 dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, pada Minggu 15 Februari 2025 itu berlangsung meriah. Ribuan warga hadir sejak pagi. Tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, hingga jajaran Pemerintah Kota Serang turut memadati lokasi acara.
Tema yang diangkat, Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama Melalui Budaya, menjadi penegasan arah gerak FKUB. Panitia ingin menjadikan budaya sebagai ruang temu yang menyatukan masyarakat multietnis dan multiagama di Kota Serang.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri, serta Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi hadir langsung. Perwakilan agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Khonghucu juga turut ambil bagian.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana penuh warna. Setiap kelompok agama menampilkan identitas budaya masing-masing dalam pawai. Musik, busana tradisional, dan simbol-simbol keagamaan berpadu dalam satu irama kebersamaan. Warga menyambut dengan antusias dan tertib.
Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut kirab budaya sebagai wujud nyata identitas Kota Serang yang majemuk namun tetap harmonis.
“Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten ini sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Buktinya Pelabuhan Internasional Karangantu pernah berjaya. Itu bukti masyarakat Banten sangat terbuka,” ujar KH Matin.
Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang Banten memperlihatkan tradisi keterbukaan terhadap perbedaan. Nilai tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurut KH Matin, keberagaman bukan hanya fakta sosiologis. Keberagaman adalah modal pembangunan yang harus dikelola dengan bijak.
“Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru potensi untuk kita bersatu,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Serang dalam memperkuat kerukunan umat beragama. Dukungan tersebut, kata dia, tidak berhenti pada simbol, tetapi mulai terlihat dalam kebijakan strategis.
“Pemerintah Kota Serang sangat konsen terhadap toleransi. Salah satunya, politik anggaran untuk menciptakan kerukunan ini sudah mulai nampak di Kota Serang,” jelas KH Matin.
Apresiasi serupa datang dari tokoh lintas agama. Pendeta Erwin Marbun dari HKBP Resort Serang menyatakan pemerintah hadir tanpa sekat dan terasa dekat dengan umat.
“Sejauh ini pemerintah, baik Kota Serang maupun Provinsi Banten, tidak pernah lepas pandang dari umat beragama. Kehadiran mereka sangat kekeluargaan, ini cita rasa Banten yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menilai kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga stabilitas sosial, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Bhikkhu Damakaro, perwakilan umat Buddha, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya saling menghormati dalam momentum keagamaan.
“Mari kita senantiasa jaga persatuan. Di saat umat muslim memasuki bulan Ramadan, kita jaga keseharian kita agar tetap kondusif dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Sementara itu, Eko Sudono sebagai perwakilan umat Hindu menilai kegiatan budaya lintas iman efektif memperkuat semangat kebangsaan.
Ia menyebut Kota Serang sebagai wilayah multietnis dan multiagama yang membutuhkan ruang ekspresi bersama.
“Serang ini multietnis dan multiagama. Acara ini memunculkan sisi pribadi kita untuk menguatkan kerukunan nusantara, khususnya di Kota Serang,” ujarnya.
Kirab Budaya Lintas Iman ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia dalam format lintas agama yang menyatu dalam satu panggung kebudayaan. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kesiapan Kota Serang menyambut Ramadan dan Imlek dalam semangat toleransi dan moderasi beragama.
Pemerintah Kota Serang berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Selain memperkuat moderasi beragama, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi nasional dalam mengelola keberagaman secara harmonis.

