Menurutnya, kelelahan dan kurangnya konsentrasi menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, pemudik harus mampu mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tetap fokus saat berkendara.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
KH Matin menegaskan bahwa mudik seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan. Tradisi pulang kampung ini identik dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga. Namun, ia mengingatkan agar perjalanan tidak berubah menjadi tragedi akibat kelalaian.
“Tujuan kita mudik adalah bertemu keluarga. Jangan sampai perjalanan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berakhir dengan musibah,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan perlengkapan keselamatan. Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan helm menjadi hal wajib. Sementara itu, pengemudi mobil diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan.
Tidak hanya itu, KH Matin menekankan pentingnya kesadaran kolektif di jalan raya. Ia berharap seluruh pengguna jalan dapat saling menghormati dan menjaga ketertiban. Sikap disiplin, menurutnya, akan menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Arus mudik Lebaran setiap tahun selalu menjadi perhatian berbagai pihak. Lonjakan jumlah kendaraan kerap memicu kemacetan panjang di sejumlah titik. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi sangat penting. Kesadaran untuk berkendara dengan aman dinilai sebagai kunci dalam menekan angka kecelakaan selama periode mudik.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















