KILAS BANTEN – Atmosfer sepak bola muda di Kota Tangerang kembali memanas. Liga PSSI Kota Tangerang 2026 resmi bergulir dengan melibatkan 80 tim dari berbagai wilayah di Kota Tangerang. Kompetisi kelompok umur tersebut diproyeksikan menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit pemain muda potensial yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Turnamen bergengsi ini mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U-13, U-15, dan U-17. Rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga bulan depan di tiga stadion sintetis milik Pemerintah Kota Tangerang.
Ketiga venue tersebut meliputi Stadion Mini Sudimara Barat, Stadion Mini Cipondoh, dan Stadion Mini Cibodas. Seluruh stadion dipilih karena memiliki fasilitas lapangan sintetis berkualitas yang dinilai mampu menunjang perkembangan teknik dan performa para pemain muda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Liga PSSI Kota Tangerang 2026. Menurutnya, kompetisi ini memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia dini.
“Liga ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ini menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membangun karakter sportivitas di atas lapangan,” ujar Kaonang, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kompetisi sepak bola usia muda harus terus diperkuat karena menjadi fondasi utama lahirnya atlet berkualitas. Pemkot Tangerang berharap kompetisi tersebut mampu menjadi jalur pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda pecinta sepak bola.
Pertandingan pembuka Liga PSSI Kota Tangerang 2026 langsung menyajikan duel sengit dan hujan gol. Sejumlah tim tampil impresif sejak laga perdana.
Diklat Pinang sukses menundukkan Tiger City dengan skor tipis 2-1. Sementara itu, Bintang Kota Junior tampil dominan usai mengalahkan Familly 7 FC dengan skor meyakinkan 3-0.
Hasil paling mencolok datang dari Ark Soccer yang berhasil membantai Cikokol United dengan skor telak 7-0. Selain laga tersebut, sejumlah pertandingan lain juga berlangsung ketat dan menarik perhatian para penonton yang memadati area stadion.
Kaonang mengaku antusiasme masyarakat terhadap kompetisi ini cukup tinggi. Tidak hanya keluarga pemain dan supporter tim, masyarakat umum juga ikut hadir memberikan dukungan langsung di tribun stadion.
“Kami melihat pertandingan pembuka berjalan sangat seru. Animo masyarakat juga tinggi. Liga ini menjadi hiburan menarik bagi supporter, keluarga pemain, hingga warga yang datang menonton,” katanya.
Keberadaan Liga PSSI Kota Tangerang 2026 dinilai penting untuk menjaga regenerasi pemain sepak bola di daerah. Kompetisi rutin seperti ini diyakini mampu melatih mental bertanding, disiplin, dan kerja sama tim sejak usia muda.
Selain itu, kompetisi usia dini juga menjadi sarana pemantauan bakat bagi pelatih dan pencari bakat sepak bola. Tidak sedikit pemain profesional yang memulai kariernya dari turnamen kelompok umur serupa.
Pemerintah Kota Tangerang berharap dari kompetisi ini akan lahir pemain-pemain berbakat yang mampu membawa nama daerah bersinar di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Dengan persaingan yang semakin kompetitif dan dukungan fasilitas olahraga yang memadai, Liga PSSI Kota Tangerang 2026 diprediksi menjadi salah satu kompetisi sepak bola usia muda paling bergengsi di wilayah Banten tahun ini.***

