KILAS BANTEN – Tim SAR Lebak bergerak menuju Perairan Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, untuk mencari Dace Hidayat (57) yang diduga jatuh ke laut saat berada di bagan pada Minggu 19 Juli 2026 kemarin.
Operasi pencarian dimulai setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima laporan kondisi membahayakan manusia pada Senin 20 Juli 2026 pada pukul 05.49 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan laporan diterima dari Seno, personel Polair Pos Binuangeun.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga TIM SAR Lebak memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 06.03 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 06.24 WIB untuk memulai operasi pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Minggu 19 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 WIB ketika enam pemilik bagan berangkat menggunakan perahu antar-jemput dari Dermaga Tanjung Panto menuju Perairan Bagedur.
Sekitar pukul 16.30 WIB, Dace Hidayat turun dari perahu dan naik ke bagan miliknya untuk menyalakan genset serta lampu penerangan.
Sementara itu, perahu melanjutkan perjalanan mengantar pemilik bagan lainnya ke lokasi masing-masing.
Saat perahu kembali ke bagan milik korban beberapa waktu kemudian, Dace Hidayat sudah tidak berada di lokasi.
Rekan-rekannya hanya menemukan topi milik korban mengapung di sekitar bagan sehingga diduga korban terjatuh ke laut.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga dan diteruskan kepada Polair Pos Binuangeun serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten untuk dilakukan operasi pencarian.
Korban diketahui bernama Dace Hidayat (57), warga Kampung Tanjung Panto RT 017/RW 005, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Hingga Senin (20/7/2026), korban masih berstatus dalam pencarian.
Operasi SAR dilakukan di koordinat 6°48’34.6″ LS – 105°54’33.6″ BT, sekitar 16,5 kilometer dari Unit Siaga SAR Lebak.
Pencarian melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak bersama personel Polair Pos Binuangeun dengan menyisir area sekitar lokasi korban diduga jatuh ke laut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyatakan seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian sesuai prosedur hingga korban ditemukan.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, juga diimbau selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan dan segera melaporkan kejadian darurat kepada Basarnas atau instansi terkait.

