Advertisement
Serang

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin (Dok. KIilas Banten)
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin (Dok. KIilas Banten)

KILAS BANTEN – Harapan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, akhirnya terwujud. Setelah menunggu lebih dari 30 tahun, pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan segera direalisasikan. Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten dan masuk dalam program prioritas Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera.

 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, memastikan bahwa proyek Jembatan Mekarsari sudah memasuki tahap akhir persiapan. Ia menyebut pemenang tender telah ditetapkan dan pekerjaan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat. Hal ini menjadi kabar penting bagi masyarakat yang selama ini mengalami kendala akses akibat belum adanya jembatan penghubung.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten yang telah merealisasikan anggaran untuk pembangunan jembatan di Desa Mekarsari,” kata Muhibbin, Sabtu, 18 April 2026.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

Muhibbin menilai pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat. Selama ini, keterbatasan akses membuat aktivitas warga terganggu, terutama dalam hal mobilitas dan distribusi hasil ekonomi. Kehadiran jembatan diharapkan dapat membuka konektivitas antarwilayah yang lebih baik.

 

Ia menjelaskan, fungsi jembatan tidak hanya sebagai sarana penghubung. Infrastruktur ini juga akan memberi dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Dengan akses yang lebih mudah, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar. Kondisi ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.

 

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

“Jembatan ini bukan hanya soal konektivitas. Dampaknya akan luas, termasuk pada peningkatan ekonomi masyarakat karena mobilitas dan distribusi menjadi lebih mudah,” ujarnya.

 

Pembangunan jembatan Mekarsari merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur desa. Pada tahun 2026, pemerintah juga merencanakan pembangunan jembatan serupa di Kecamatan Kibin. Kedua proyek tersebut menjadi prioritas untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Serang.

 

Meski pembangunan jembatan pada dasarnya menjadi kewenangan balai besar wilayah sungai, Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah intervensi. Kebijakan ini dilakukan karena tingginya urgensi kebutuhan masyarakat. Muhibbin menilai langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan publik.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

 

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan di Desa Mekarsari mencapai Rp11 miliar. Dana ini bersumber dari APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2026. Proyek ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

 

Selain pembangunan jembatan, program Bang Andra juga mencakup proyek infrastruktur lain. Di antaranya lanjutan pembangunan jalan di Desa Sukajaya serta pengembangan infrastruktur di Desa Samparwadi, Kecamatan Tirtayasa. Seluruh proyek tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun ini.

 

Muhibbin memastikan bahwa pemerintah akan mengawal seluruh program agar berjalan sesuai rencana. Sejumlah proyek bahkan telah menyelesaikan proses tender, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap administrasi. Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pembangunan dapat terealisasi tepat waktu.

 

“Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh rencana pembangunan dapat terealisasi tepat waktu,” tegasnya.

 

Dengan dimulainya pembangunan jembatan ini, warga Desa Mekarsari kini memiliki harapan baru. Infrastruktur yang selama puluhan tahun dinantikan tersebut diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

× Advertisement
× Advertisement