Anggota KPU Kabupaten Serang bersama narasumber dari UIN SMH Banten, KPU Banten, dan Bawaslu Banten saat Webinar Literasi Politik Generasi Pemilih Masa Depan yang digelar secara daring, Senin, 22 Desember 2025Menurut Ichsan, KPU tidak bisa bekerja secara musiman. Pendidikan pemilih harus dilakukan jauh sebelum pemilu digelar. KPU Kabupaten Serang, kata dia, berupaya membangun kesadaran politik sejak dini agar partisipasi pemilih tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas secara substansi.
Webinar ini menghadirkan Wakil Rektor III UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr Dedi Sunardi, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dedi menekankan pentingnya memahami karakter pemilih pemula di era digital. Ia menyebut gawai dan media sosial menjadi ruang utama pembentukan sikap dan preferensi politik generasi muda.
Dedi mengungkapkan bahwa pemilih dari kalangan Gen Z dan milenial mendominasi pemilu sebelumnya. Jumlahnya bahkan melampaui separuh total pemilih nasional. Namun, dominasi ini juga memunculkan tantangan serius bagi penyelenggara pemilu.
“Banyak penyelenggara pemilu masih berasal dari generasi yang lebih tua. Pola pikir dan pendekatan mereka sering kali berbeda dengan Gen Z,” kata Dedi.
Perbedaan tersebut, lanjut Dedi, berpotensi menimbulkan jarak komunikasi. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan partisipasi pemilih pemula. Oleh karena itu, literasi politik harus diarahkan untuk membentuk pemilih yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menyalurkan hak pilihnya.
Dedi juga menegaskan bahwa pendidikan pemilih tidak cukup hanya mengandalkan media sosial populer seperti Instagram atau TikTok. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat.