A’wan PBNU KH Matin Syarkowi saat memberikan keterangan terkait polemik internal PBNU pasca Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, saat ditemui di Kota Serang, Rabu, 24 Desember 2025
“Dalam keyakinan kami, orang yang konsisten menjalankan sholat itu pasti baik. Ketika itu dijadikan bahan lelucon dan ditertawakan, kami melihat ada unsur pelecehan terhadap ibadah,” kata KH Matin.
KH Matin juga menyoroti respons penonton dalam pertunjukan tersebut. Ia menilai tawa yang muncul menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan berpotensi dimaknai sebagai olok-olok terhadap praktik keagamaan.
“Hadirin tertawa. Artinya, perumpamaan soal orang rajin sholat belum tentu baik itu ditertawakan. Ibadah tidak bisa dijadikan bahan humor dengan alasan apa pun,” ujarnya.
Meski menempuh jalur hukum, KH Matin menegaskan bahwa langkah ini tidak semata-mata bertujuan memidanakan Pandji Pragiwaksono. Ia menyebut pelaporan dilakukan sebagai bentuk keberatan dan upaya mencari kejelasan.
“Pelaporan ini bukan hanya soal pidana. Kami juga ingin bertemu, mendengar penjelasan langsung, dan berharap ada klarifikasi,” katanya.
Kasus ini menambah daftar polemik yang pernah dihadapi Pandji Pragiwaksono. Selama ini, Pandji dikenal kerap mengangkat isu sosial, politik, hingga kehidupan beragama dalam materi stand up comedy-nya. Materi tersebut kerap memancing diskusi dan perdebatan di ruang publik.
Profil KH Matin Syarkowi
Di balik laporan tersebut, sosok KH Matin Syarkowi turut menjadi perhatian publik. Ia merupakan ulama yang cukup berpengaruh di Banten. KH Matin lahir di Serang pada 12 Februari 1967 dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.
Pendidikan keagamaannya ditempa sejak usia dini. Ia kemudian melanjutkan pendidikan formal di IAIN Sunan Gunung Djati Serang. Studi tersebut diselesaikannya pada tahun 1991.