Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta masyarakat tidak mudah percaya isu pocong jadi-jadian yang viral di sejumlah wilayah. Warga diminta memperkuat ronda malam dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
“Yang ada itu ulah orang-orang iseng yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya menakut-nakuti warga dan mengambil keuntungan dari situasi. Karena itu, saya minta masyarakat jangan mudah terpancing, jangan mudah takut, dan tetap berpikir rasional,” tegasnya.
Belakangan ini, isu pocong jadi-jadian memang menjadi perbincangan hangat di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Beberapa warga mengaku resah karena informasi tersebut tersebar luas dan memunculkan ketakutan, terutama saat malam hari.
Fenomena itu dinilai menunjukkan pentingnya literasi informasi di tengah masyarakat. Di era digital, penyebaran kabar bohong atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya dapat memicu keresahan massal dalam waktu singkat.
Sachrudin menilai keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Karena itu, ia mengajak warga kembali mengaktifkan ronda malam dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap wilayah.
Menurutnya, keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian atau pemerintah daerah. Kesadaran dan partisipasi aktif warga juga menjadi faktor utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Perkuat kembali ronda malam dan Siskamling. Warga harus saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar agar berbagai bentuk gangguan keamanan maupun modus kejahatan bisa dicegah bersama,” katanya.
Ia menambahkan, ronda malam dan Siskamling menjadi langkah efektif untuk mempersempit ruang gerak oknum yang sengaja membuat keresahan di masyarakat. Selain menjaga keamanan, kegiatan tersebut juga dapat mempererat hubungan antarwarga.