Pelatihan Rajut di Banten Ramai, Tinawati Andra Soni Bidik Ribuan Emak-emak Jadi Pengusaha Kreatif

Kilas Banten
21 Mei 2026 10:00
Banten 0
4 menit membaca

 

Menurut dia, usaha berbasis kerajinan tangan dapat menjadi solusi ekonomi rumahan yang fleksibel bagi perempuan. Selain bisa dikerjakan dari rumah, produk rajut juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi apabila dikembangkan secara serius.

 

Tinawati berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan kelompok usaha baru yang nantinya bisa dibina secara berkelanjutan. Pembinaan itu mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi desain, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional.

 

Ia menegaskan pelaku usaha kecil perlu terus didorong agar menghasilkan produk kreatif dengan identitas lokal khas Banten. Produk lokal dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang jika dikemas secara menarik dan mengikuti kebutuhan pasar.

Baca Juga  Ditresnarkoba Polda Banten Tangkap Dua Pengedar Obat Keras Jenis Hexymer di Kota Serang

 

Dalam kesempatan itu, Tinawati juga menyinggung potensi ekonomi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 di Provinsi Banten. Menurutnya, agenda nasional tersebut dapat menjadi momentum emas bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar.

 

“Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 yang akan dilaksanakan di Provinsi Banten, membuka peluang yang terbaik buat para pelaku usaha seperti ibu rumah tangga,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Banten, Iwan Hermawan, menyebut produk rajutan memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Ia mengatakan sektor kerajinan tangan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Banten.

 

Menurut Iwan, pelatihan itu merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif baru di daerah.