Pengunjung menikmati sajian pempek khas Palembang dengan kuah cuko hitam di Warkop AA Hendy X Pempek 88, Kota Tangerang
Nama “Pempek 88” sendiri memiliki makna personal bagi sang pemilik. Angka tersebut diambil dari tanggal dan bulan kelahirannya.
“Saya lahir tanggal 28 bulan delapan tahun 1998. Jadi angka 88 diambil dari ujung tanggal dan bulan lahir,” katanya sambil tersenyum.
Salah satu daya tarik utama Pempek 88 terletak pada kuah cuko yang digunakan. Putri mengaku sengaja memilih gula aren berkualitas asal Bengkulu untuk menghasilkan rasa cuko yang lebih khas.
Menurutnya, gula aren tersebut mampu menciptakan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas yang seimbang dengan warna kuah lebih pekat dibandingkan gula biasa.
“Untuk cukonya kami pakai gula aren dari Bengkulu karena kualitasnya bagus. Rasanya pas dan warna hitamnya lebih pekat,” ujarnya.
Dalam satu pekan, Pempek 88 mampu memproduksi sekitar 500 potong pempek ukuran kecil dan 300 hingga 400 potong pempek ukuran besar. Jumlah produksi itu terus meningkat mengikuti tingginya permintaan pelanggan.
Varian menu yang tersedia juga cukup lengkap. Mulai dari pempek kulit, adaan, pempek telur, lenjer kecil, kapal selam, lenjer besar hingga tekwan disajikan untuk pelanggan.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Pempek ukuran kecil dijual mulai Rp4.000 per potong, sedangkan pempek ukuran besar dan tekwan dibanderol sekitar Rp20 ribu per porsi.
Tak hanya melayani pelanggan yang datang langsung, Pempek 88 juga memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Pemesanan dapat dilakukan melalui layanan GoFood maupun WhatsApp dengan nama usaha “Warkop AA Hendy X Pempek 88”.