Hari Keempat Pencarian, Korban Jatuh dari Kapal KMP Athaya Belum Ditemukan, Tim SAR Lakukan Hal Ini

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Keempat Pencarian, Korban Jatuh dari Kapal KMP Athaya Belum Ditemukan

i

Hari Keempat Pencarian, Korban Jatuh dari Kapal KMP Athaya Belum Ditemukan

KILAS BANTEN – Hari keempat pencarian Slamet (56), korban yang terjatuh dari kapal KMP Athaya, belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terus melakukan berbagai upaya maksimal untuk menemukan korban di perairan Selat Sunda.

Operasi ini melibatkan Basarnas, Lanal Banten, Polairud, BPBD, ASDP, KSOP, KSKP, PBMM, dan Pramuka Peduli.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Slamet dilaporkan terjatuh dari kapal saat pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menjelaskan bahwa Tim SAR hari ini mengerahkan dua speed boat dari Basarnas dan Polairud.

“Kami memperluas area pencarian dan memastikan setiap titik potensial terpantau,” ujar Rizki.

Meski terkendala cuaca dan arus laut yang tidak bersahabat, Tim SAR tetap berkomitmen untuk melanjutkan operasi selama tujuh hari ke depan.

Baca Juga  Pasca Peresmian, Pemkot Serang Fokus Benahi Manajemen Pengunjung Royal Baroe

Rizki juga mengimbau nelayan dan warga sekitar pesisir pantai untuk melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Bantuan masyarakat sangat kami harapkan untuk mempercepat proses pencarian,” tambahnya.

Pencarian ini menghadapi tantangan besar karena kondisi perairan Selat Sunda yang dikenal memiliki arus kuat dan cuaca yang sering berubah-ubah.

Namun, Tim SAR tidak menyerah. Mereka terus bekerja siang dan malam, menyisir area perairan dan pesisir pantai.

Operasi SAR akan berlangsung selama tujuh hari, Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal meski terkendala cuaca dan arus laut.

“Kami juga mengimbau kepada nelayan atau warga sekitar di pesisir pantai untuk melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tambah Rizki Dwianto.***

Penulis : Akbar

Editor : Akbar

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lemhannas dan Pemkab Serang Soroti Ketahanan Pangan Dikaji, Siapkan Strategi Perkuat Ekonomi Rakyat
Silaturrahim Alumni Al Fathaniyah: Buka Bersama, Saresehan, dan Berbagi Takjil Ramdan 2026
Reses Dewan Desi Ferawati Serap Aspirasi Warga di Kramatwatu, Soroti Puskesmas Desa yang Vakum
Gagasan Puskesmas Terapung dari Ahmad Muhibbin Sabet Ekbispar Award 2026, Perjuangkan Layanan Kesehatan untuk Warga Kepulauan
Gemuruh Cap Go Meh 2577/2026 di Vihara Metta Serang, FKUB Kota Serang Tancap Gas Perkuat Toleransi Banten
Cap Go Meh 2577/2026 Menggema di Vihara Metta Serang, FKUB Turun Langsung, Pesan Toleransi Kian Menguat
Dewan Muhibbin Pastikan Jalan Kampung Baru Tirtayasa dan Jembatan Mekarsari Dibangun 2026
Guru di Kabupaten Serang Resah Dugaan Intimidasi, Direktur LBH PKC PMII Banten Tegaskan Siap Pasang Badan

Berita Terkait

-

Lemhannas dan Pemkab Serang Soroti Ketahanan Pangan Dikaji, Siapkan Strategi Perkuat Ekonomi Rakyat

-

Silaturrahim Alumni Al Fathaniyah: Buka Bersama, Saresehan, dan Berbagi Takjil Ramdan 2026

-

Reses Dewan Desi Ferawati Serap Aspirasi Warga di Kramatwatu, Soroti Puskesmas Desa yang Vakum

-

Gagasan Puskesmas Terapung dari Ahmad Muhibbin Sabet Ekbispar Award 2026, Perjuangkan Layanan Kesehatan untuk Warga Kepulauan

-

Gemuruh Cap Go Meh 2577/2026 di Vihara Metta Serang, FKUB Kota Serang Tancap Gas Perkuat Toleransi Banten

Berita Terbaru