GEDUNG KAMPUS 2 UIN SMH BANTEN
“IKA jangan hanya jadi panggung politik atau ruang perebutan pengaruh. Alumni hari ini butuh akses saluran produktif, pengembangan SDM, jaringan profesional, dan kolaborasi nyata. Saya melihat Husni memahami kebutuhan itu,” katanya.
Di sisi lain, Zidni tetap mengakui kapasitas Bahrul Ulum sebagai tokoh politik dan Ketua DPRD Kabupaten Serang. Namun, ia menilai pendekatan yang dibangun Bahrul lebih dominan pada pencitraan politik dibanding penguatan sistem organisasi alumni secara substantif.
Bahkan, menurut sebagian alumni, langkah-langkah yang dilakukan Bahrul Ulum dinilai tidak memiliki dasar organisatoris yang kuat dan berpotensi menimbulkan kesan adanya upaya ilegal untuk mengambil alih atau membatalkan keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya di internal IKA.
“Kalau keputusan organisasi sudah ada dan sudah berjalan, seharusnya semua pihak menghormati mekanisme itu. Jangan sampai muncul kesan ada kepentingan politik yang memaksakan perubahan di luar kesepakatan organisasi,” tegas Zidni.
Menurut Zidni, alumni muda berharap IKA UIN SMH Banten dipimpin oleh figur yang fokus bekerja membangun solidaritas alumni, bukan memperpanjang konflik internal.
“Menurut saya, kepemimpinan IKA bukan soal siapa yang paling kuat secara politik, tetapi siapa yang paling mampu menghadirkan manfaat nyata dan menjaga marwah organisasi. Dalam konteks itu, Husni Mubarok, kami nilai sangat representatif memimpin IKA UIN SMH Banten ke depan,” pungkasnya.***
