Banjir Makin Parah, Azwar Anas: Dorong Pemda Kabupaten Serang, Jangan Cuma Bagi Sembako

Kilas Banten
12 Jan 2026 20:12
Serang 0
3 menit membaca

 

Menurutnya, koordinasi lintas dinas menjadi kunci agar penanganan banjir tidak berjalan parsial. Selama ini, masing-masing instansi cenderung bekerja sendiri-sendiri tanpa peta masalah yang sama.

 

“Semua pihak harus duduk bersama. Petakan masalahnya dari hulu ke hilir, lalu tentukan langkah dan kebutuhan anggarannya. Kalau tidak, banjir hanya akan jadi agenda rutin tiap tahun,” ujarnya.

 

Anas juga membeberkan sejumlah faktor utama penyebab banjir di Kabupaten Serang. Salah satunya adalah sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Banyak saluran air mengalami penyempitan, pendangkalan, dan tersumbat sampah, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

 

Selain persoalan teknis, ia menyoroti perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai. Kondisi tersebut memperparah aliran air dan mempercepat terjadinya luapan ke permukiman dan jalan raya.

Baca Juga  Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

 

“Masalahnya saling berkaitan. Drainase sempit, aliran tersumbat, ditambah sampah di sungai. Kalau tidak dibenahi sekarang, dampaknya akan terus berulang,” kata Anas.

 

Ia juga mengingatkan adanya dampak lanjutan dari banjir yang kerap luput dari perhatian. Genangan air yang terjadi berulang kali dapat mempercepat kerusakan infrastruktur publik, terutama jalan. Aspal yang sering terendam air akan lebih cepat berlubang dan rusak.

 

“Kerugiannya besar. Biaya perbaikan jalan tidak sedikit. Ini seharusnya bisa ditekan jika banjir ditangani dari hulunya,” tegasnya.

 

Fraksi Partai Demokrat, lanjut Anas, mendorong pemerintah daerah fokus pada solusi jangka panjang. Ia menyebut setidaknya ada dua langkah utama yang harus segera dilakukan. Pertama, pembenahan sistem drainase secara menyeluruh melalui normalisasi, pelebaran, dan pendalaman saluran air, terutama di kawasan rawan banjir dan permukiman padat.