Webinar Series Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang digelar KPU Kabupaten Serang secara daring membahas urgensi literasi politik bagi generasi pemilih muda, Jumat, 19 Desember 2025“Pengaruh politik identitas memang mulai menurun di kalangan pemuda, tetapi di beberapa daerah masih cukup kuat,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggara pemilu provinsi, Ketua KPU Provinsi Banten, Muhammad Ihsan menekankan pentingnya kualitas pemilih dan akurasi data pemilih. Ia menyebut tingkat partisipasi pemilih di Banten pada pemilu terakhir tergolong tinggi.
“Partisipasi pemilu di Banten sekitar 83 persen. Untuk pilkada berada di angka 67 persen,” kata Ihsan.
Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga iklim demokrasi yang kondusif. Ihsan juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Serang yang telah mendukung pelaksanaan pemungutan suara ulang pascapemilu.
Ke depan, Ihsan menegaskan perlunya memperkuat kolaborasi lintas pihak, terutama dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan agar kualitas pemilu semakin terjaga.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Ajat Munajat menyoroti masalah klasik demokrasi yang belum terselesaikan, yakni praktik politik uang dan rendahnya kesadaran politik masyarakat.
Ajat mengungkapkan, sebagian politisi mengeluhkan pemilih yang enggan menggunakan hak pilih tanpa imbalan. Di sisi lain, masih ada masyarakat yang memandang serangan fajar sebagai manfaat utama demokrasi.
“Pandangan ini berbeda, tetapi menunjukkan masalah yang sama, yakni lemahnya literasi politik,” ujar Ajat.
Ia menilai kondisi tersebut juga dipengaruhi belum optimalnya peran partai politik dalam menjalankan fungsi pendidikan politik. Padahal, kewajiban tersebut telah diatur secara jelas dalam undang-undang.