Anggota DPRD Kabupaten Serang dari PPP, Asep Gunawan Kartoba, saat menyampaikan pandangan tentang kebangkitan PPP menjelang Harlah ke-53 partai berlambang Ka’bahKILAS BANTEN – Dalam peringatan Hari Lahir ke-53 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), suara kebangkitan mulai menggema dari internal partai. Anggota DPRD Kabupaten Serang, Asep Gunawan Kartoba, menilai usia 53 tahun menjadi momentum krusial bagi PPP untuk bangkit, melakukan konsolidasi, dan merebut kembali kepercayaan publik yang sempat menurun.
Asep menegaskan, Harlah ke 53 PPP bukan sekadar perayaan seremonial. Ia melihat momentum ini sebagai titik balik perjalanan PPP setelah menghadapi fase sulit, terutama absennya wakil partai di DPR RI. Menurutnya, kondisi tersebut harus dibaca sebagai alarm sekaligus pemicu perubahan.
“Saya sebagai kader PPP mengucapkan selamat hari lahir ke-53. Ini usia yang matang. Harapannya, PPP ke depan kembali menjadi partai yang didukung masyarakat dan konsisten menyuarakan aspirasi umat,” kata Asep, Senin, 5 Januari 2026.
Ia mengingatkan bahwa PPP merupakan partai senior dengan sejarah panjang dalam politik nasional. Selama puluhan tahun, PPP dikenal sebagai kekuatan politik yang lekat dengan umat, ulama, dan pesantren. Namun, dinamika politik yang terus berubah menuntut partai untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Asep tidak menampik bahwa kegagalan PPP menempatkan wakil di Senayan menjadi catatan paling berat dalam perjalanan partai. Ia menyebut situasi itu sebagai fase kelam yang baru pertama kali dialami PPP sejak berdiri.
“Terus terang, ini masa yang cukup berat. PPP tidak masuk Senayan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi kondisi ini tidak boleh disesali terus-menerus. Justru harus menjadi pemicu untuk berbenah dan bangkit,” ujarnya.