Gerakan Budaya di Serang Utara Hidupkan Jejak Peradaban Sungai Ciujung Lama, Ada Nilai Sejarah yang Diungkap

Kilas Banten
21 Mei 2026 17:22
Serang 0
3 menit membaca

 

Menurut Ido, kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan menyusuri sungai. Ia menyebut aktivitas itu menjadi simbol upaya masyarakat untuk kembali mengenali ruang hidup dan akar sejarah mereka.

 

“Kegiatan susur Sungai Ciujung Lama menjadi salah satu aktivasi substantif bagi kami dan warga bantaran sungai,” katanya.

 

Ia juga mengapresiasi dukungan Komunitas Rumah Singgah Kota Serang yang membantu menyediakan perahu karet dan pelampung keselamatan selama kegiatan berlangsung.

 

Kegiatan SERUBUK dipusatkan di kawasan Wisata Bumi Tirtayasa. Agenda itu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Hari pertama kegiatan dihadiri Wakil Bupati Serang Najib Hamas, unsur Muspika Kecamatan Tirtayasa dan Pontang, organisasi perangkat daerah Kabupaten Serang, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Baca Juga  Bertemu Kajati Banten, Rektor Prof Ishom Gaspol Dorong Lulusan Syariah Masuk ASN Kejaksaan

 

Berbagai kegiatan budaya turut memeriahkan acara tersebut. Mulai dari deklamasi puisi budaya oleh Kiyai Kusen Al-Cepu, workshop fotografi, diskusi kebudayaan Sungai Ciujung Lama, hingga pertunjukan rampak bedug dari Sanggar Tari Yudha Asri Pamarayan.

 

Ketua Panitia SERUBUK, Handoko Agus, mengatakan gerakan tersebut lahir dari semangat gotong royong komunitas budaya dan pegiat lingkungan. Seluruh kegiatan dijalankan secara swadaya dan kolaboratif.

 

Menurut Handoko, SERUBUK tidak hanya berbicara tentang pelestarian budaya, tetapi juga mengangkat kembali pengetahuan lama tentang Sungai Ciujung Lama sebagai pusat kehidupan masyarakat masa lalu.