DPAD Kota Tangerang menggelar pelatihan hand bucket di Kampung Jimpitan KB2, Batuceper. Program perpustakaan inklusi sosial ini mendorong warga lebih kreatif dan membuka peluang usaha rumahan
Program TPBIS sendiri dinilai mampu mendekatkan perpustakaan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui berbagai pelatihan kreatif, warga mendapatkan akses pengetahuan sekaligus peluang untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan terlihat hangat dan interaktif. Para peserta saling bertukar ide dan berbagi pengalaman saat menyusun hand bucket. Beberapa peserta bahkan mengaku tertarik mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha rumahan.
DPAD Kota Tangerang menilai pelatihan seperti ini penting untuk mendorong lahirnya masyarakat yang kreatif dan mandiri. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kebutuhan warga.
Engkos menambahkan, program pelatihan kreatif akan terus digelar secara bergilir di berbagai wilayah Kota Tangerang. Tidak hanya hand bucket, DPAD juga menghadirkan pelatihan lain seperti ecoprint dan keterampilan kreatif lainnya.
“DPAD Kota Tangerang rutin mendatangi perpustakaan di berbagai wilayah untuk menghadirkan pelatihan kreatif. Harapannya, masyarakat memiliki keterampilan baru yang bisa dimanfaatkan menjadi peluang penghasilan tambahan,” katanya.
Program perpustakaan berbasis inklusi sosial kini mulai mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi ibu rumah tangga dan generasi muda yang ingin memiliki keterampilan produktif.