Di Era Hengki, Polda Banten Tancap Gas: Kejahatan Menyusut, Penyelesaian Perkara Melonjak Tajam

Kilas Banten
27 Des 2025 21:00
Banten 0
3 menit membaca

Dukungan tersebut diwujudkan melalui program ketahanan pangan, Gerakan Pangan Murah, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Program ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dalam program ketahanan pangan, Polda Banten mengelola lahan seluas 3.388,2 hektare dengan capaian tanam mencapai 75,55 persen. Hasil panen jagung tercatat sebesar 2.863 ton dan seluruhnya terserap oleh Bulog. Sementara itu, Gerakan Pangan Murah mencatat penyaluran beras SPHP sebesar 3.503 ton atau 70,13 persen dari target yang ditetapkan.

Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi juga menunjukkan dampak nyata. Sebanyak 16 unit SPPG aktif melayani 172 sekolah dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 41 ribu orang.

Mayoritas penerima merupakan pelajar, disusul ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ke depan, Polda Banten menargetkan pembentukan 63 unit SPPG dengan estimasi penerima manfaat mencapai 189 ribu orang.

Irjen Pol Hengki juga memaparkan sejumlah program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat. Program tersebut meliputi Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian, Warung Bhabinkamtibmas, Polisi Peduli Pengangguran, Polisi Peduli Pendidikan, hingga penguatan pembinaan rohani dan disiplin personel melalui program DIMTAQ. Program ini dirancang untuk memperkuat kehadiran Polri yang humanis dan responsif.

Terkait situasi kamtibmas, Kapolda menyebut kondisi keamanan sepanjang 2025 relatif terkendali. Total gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 6.995 kasus, meningkat 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, kejahatan konvensional dan tindak kriminal yang meresahkan masyarakat justru mengalami penurunan. Peningkatan tercatat pada kejahatan transnasional dan narkotika.

Baca Juga  Andra Soni Ajak Warga Serbu Gebyar Tradisi Betawi Tangsel, Budaya Lokal Terancam Tenggelam di Era Modern