Karangan Bunga Munas Ilegal Gegerkan Rektorat UIN Banten, Mantan Presma Sebut Ada Upaya Teror Kebijakan Rektor

Kilas Banten
19 Mei 2026 18:54
Banten 0
3 menit membaca

 

“Berbagai foto yang beredar menguatkan dugaan adanya konsolidasi untuk pelaksanaan Munas IKA UIN Banten di ruang kerja pribadi Bahrul Ulum,” katanya.

 

Menurut dia, Munas tersebut dikemas seolah berjalan secara demokratis. Namun, ia menduga tujuan utamanya justru untuk melemahkan legitimasi kebijakan rektor terkait kepengurusan alumni.

 

Riqbal juga menyinggung lokasi pelaksanaan Munas yang digelar di Gedung Serba Guna DPRD Provinsi Banten. Ia menilai ada korelasi politik karena kegiatan itu melibatkan sejumlah tokoh yang berasal dari partai yang sama.

 

Baca Juga  Syair Abuya Muhtadi Menggema, Kepemimpinan PBNU Masuk Fase Penentuan

“Pelaksanaan Munas di Gedung DPRD Banten tentu menimbulkan pertanyaan publik. Apalagi ada keterkaitan dengan tokoh-tokoh dari partai politik yang sama,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, Riqbal mempertanyakan bagaimana karangan bunga hasil Munas tersebut bisa dengan mudah ditempatkan di area rektorat kampus. Menurut dia, hal itu tidak berkaitan langsung dengan kepentingan akademik maupun kelembagaan kampus.

 

Ia menilai akses masuk ke lingkungan kampus seharusnya lebih selektif, terutama terhadap simbol-simbol yang berpotensi memunculkan konflik internal.

 

“Kenapa kampus begitu mudah diakses oleh kepentingan yang tidak berkaitan dengan lembaga pendidikan? Ini menjadi pertanyaan serius,” katanya.

 

Riqbal bahkan menduga ada keterlibatan pihak internal kampus yang turut memfasilitasi pemasangan karangan bunga tersebut. Dugaan itu muncul karena ia menilai ada pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan rektor.