Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang mempercepat normalisasi Situ Bulakan dan Sungai Cirarab untuk menekan banjir di Periuk dan Tangerang Raya. Kapasitas tampung air ditarget naik hingga 600 ribu meter kubik.
Menurut Andra Soni, penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas daerah dan lintas instansi. Ia meminta seluruh pemerintah daerah dan dinas terkait memperkuat koordinasi agar proses pengerjaan berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Karena Sungai Cirarab menjadi pendukung utama dalam penanganan banjir di Kota Tangerang dan sekitarnya. Untuk itu saya meminta Dinas PU Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun Provinsi Banten untuk terus berkoordinasi agar proses normalisasi berjalan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan penanganan banjir kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu wilayah karena aliran air melintasi banyak daerah.
Ia memastikan seluruh unsur pemerintah daerah mulai dari camat, lurah hingga organisasi perangkat daerah akan terus dikerahkan untuk mempercepat penanganan banjir di lapangan.
“Permasalahan banjir ini menjadi perhatian bersama dan juga perhatian Pak Gubernur. Karena itu kami akan terus memaksimalkan seluruh unsur mulai dari camat, lurah hingga OPD terkait untuk mempercepat penanganannya,” ujar Sachrudin.
Selain fokus pada Situ Bulakan dan Sungai Cirarab, Pemkot Tangerang juga mulai mengantisipasi potensi banjir di wilayah timur kota. Salah satu langkah yang sedang disiapkan ialah koordinasi penanganan Kali Angke yang selama ini menjadi titik rawan limpasan air saat musim hujan.
Pemerintah daerah juga memperkuat komunikasi dengan wilayah penyangga Jakarta. Sebelumnya, Andra Soni dan Sachrudin telah melakukan koordinasi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait penanganan banjir di wilayah perbatasan Kota Tangerang dan DKI Jakarta.