SMPN 25 Tangerang “Perang” Lawan Kecanduan Gadget, Siswa Dilarang Bawa HP Demi Selamatkan Generasi Digital

Kilas Banten
23 Mei 2026 05:24
4 menit membaca

 

Hasil evaluasi menunjukkan masih banyak siswa yang belum mampu menggunakan perangkat digital secara bijak. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari kecanduan media sosial, menurunnya konsentrasi belajar, hingga gangguan interaksi sosial.

 

“Kami melarang seluruh siswa membawa alat komunikasi atau handphone ke sekolah. Kebijakan ini diambil demi menjaga fokus belajar siswa dan mengurangi dampak negatif penggunaan gawai,” kata Marsum.

 

Meski melarang penggunaan ponsel pribadi, SMPN 25 Tangerang tetap mendukung pembelajaran berbasis teknologi digital. Sekolah menyediakan berbagai fasilitas modern untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

 

Setiap ruang kelas telah dilengkapi Smart TV dan jaringan internet yang memadai. Selain itu, sekolah juga memiliki tiga laboratorium komputer yang dapat digunakan siswa untuk menunjang pembelajaran berbasis digital secara aman dan terarah.

Baca Juga  Pemkot Tangerang Selatan Resmi Luncurkan Tangsel One, Platform AI Canggih yang Siap Ubah Wajah Birokrasi

 

Marsum memastikan seluruh fasilitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa tanpa harus membawa perangkat pribadi ke lingkungan sekolah.

 

“Kami tetap mendukung pembelajaran digital. Karena itu sekolah menyediakan fasilitas lengkap agar siswa tetap bisa belajar teknologi dengan aman dan terarah,” ujarnya.

 

Kolaborasi antara Pemkot Tangerang, Komdigi, dan pihak sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan bijak menggunakan teknologi.

 

Program tersebut juga didorong untuk membangun budaya positif di lingkungan sekolah melalui penerapan nilai 3S, yakni Sopan, Santun, dan Sapa. Pemerintah berharap pendekatan itu mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.***